Juni 11, 2026

Gatra Online: Berita Nasional, Dunia, dan Teknologi Terkini

Gatra Online – Sajian berita lengkap dan terpercaya dari gatra.online. Akses informasi terbaru mulai dari isu nasional, internasional, perkembangan teknologi, hingga tren gaya hidup masa kini.

Formasi Kabinet Dampingi Prabowo Lebaran di Prancis

Formasi Kabinet Dampingi Prabowo Lebaran di Prancis | JAKARTA – Momentum Hari Raya Kurban kali ini dirasakan secara berbeda oleh jajaran pemerintah dan masyarakat Indonesia yang berada di benua Eropa. Di tengah lawatan diplomatik yang terjadwal padat, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyempatkan diri untuk berbaur dengan ratusan warga negara Indonesia (WNI) guna menunaikan ibadah salat Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan keagamaan yang penuh rasa kekeluargaan ini diselenggarakan di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, pada Kamis (27/5/2026) pagi waktu setempat.

Berdasarkan publikasi resmi dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Pemimpin Negara tiba di lokasi acara sekitar pukul 08.40 waktu setempat. Dengan menggunakan busana formal yang rapi, Presiden Prabowo langsung menempati barisan saf paling depan. Beliau tampak khusyuk bersama jemaah lainnya mengumandangkan gema takbir yang bersahut-sahutan, sebagai tanda dimulainya rangkaian ibadah hari raya di negeri orang.

Pada kesempatan ibadah di luar negeri ini, Kepala Negara tampak didampingi oleh putranya, Didit Hediprasetyo. Sejumlah pejabat teras dari Kabinet Merah Putih juga terlihat ikut serta dalam barisan jemaah. Di antaranya adalah Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Penanaman Modal (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. Kehadiran para tokoh penting ini menambah kesakralan acara yang juga dihadiri oleh unsur mahasiswa, pekerja imigran, hingga keluarga besar kedutaan.

Pesan Pengorbanan dan Persatuan Kaum Perantau

formasi-kabinet-dampingi-prabowo-lebaran-di-prancis

Pihak panitia mendaulat Ustaz Fakhruddin Arrozi untuk bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam salat berjemaah tersebut. Fakhruddin sendiri merupakan seorang akademisi yang saat ini aktif mengajar sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Lamongan, serta memegang gelar master dari Universitas Islam Internasional Islamabad, Pakistan.

Dalam isi khotbahnya yang disampaikan secara lugas, Fakhruddin menjelaskan bahwa perayaan Idul Adha mengusung dua nilai esensial yang saling berkaitan, yakni aspek ketuhanan (spiritual) dan aspek kemanusiaan (sosial). Ia menitipkan pesan mendalam bagi komunitas diaspora agar memanfaatkan momen Idul Kurban ini untuk memperkokoh prinsip keislaman, menjaga keutuhan rumah tangga, serta mempererat tali persaudaraan antarsesama anak bangsa di perantauan.

“Kita tidak diminta untuk mengorbankan anak-anak kita seperti kisah Nabi Ibrahim AS, melainkan kita dituntut untuk mengikis ego pribadi demi mematuhi segala perintah Allah SWT,” ucap Fakhruddin di hadapan jemaah yang mendengarkan dengan saksama.

Begitu seluruh prosesi ibadah dan khotbah selesai, suasana formal kedinasan langsung mencair menjadi acara silaturahmi yang penuh kehangatan. Presiden Prabowo meluangkan waktu cukup lama untuk menyapa, bersalaman, dan mengobrol ringan dengan para warga. Agenda kebersamaan ini kemudian dipungkasi dengan sesi ramah tamah dan makan bersama, di mana aneka kuliner tradisional nusantara dihidangkan guna mengobati rasa rindu para perantau terhadap atmosfer tanah air.

Misi Diplomasi Strategis Jakarta-Paris

Keberadaan Presiden Prabowo di ibu kota Prancis ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan resmi kenegaraan (state visit) atas undangan langsung dari Presiden Emmanuel Macron. Rombongan kepresidenan dari Jakarta sebelumnya telah mendarat di Bandara Orly, Paris, pada Selasa (26/5) sekitar pukul 10.00 waktu setempat, yang menjadi titik awal dimulainya misi diplomasi ini.

Seskab Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa agenda pertemuan bilateral tingkat tinggi antara kedua kepala negara ini sebenarnya sudah digagas sejak tahun lalu. Namun, karena adanya dinamika penyelarasan jadwal protokoler yang cukup padat dari kedua belah pihak, kunjungan ini baru bisa diwujudkan pada akhir Mei tahun ini.

Teddy menggarisbawahi bahwa Prancis memegang peranan sebagai salah satu mitra ekonomi, teknologi, dan pertahanan yang sangat krusial bagi Indonesia di kawasan Uni Eropa. Pertemuan bilateral ini diharapkan mampu menelurkan berbagai kesepakatan baru yang konkret demi mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saat ini, Indonesia memiliki banyak program kerja sama super strategis dengan Prancis. Melalui kunjungan resmi ini, pemerintah berharap dapat semakin memperkuat posisi tawar serta pengaruh geopolitik Indonesia di kawasan Eropa, khususnya di Prancis,” tutur Teddy mengakhiri keterangannya.

Share: Facebook Twitter Linkedin

Comments are closed.